Darul Irsyad – Pada hari Sabtu, 11 Juli 2025, Pesantren Darul Irsyad menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh elemen Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, serta Madrasah Diniyyah di lingkungan pesantren. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, para guru, tenaga kependidikan, dan civitas akademika.

Acara tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Pengasuh Pesantren Darul Irsyad, Abah Dr. KH. Qosim Arsyadani Shomad, MA., Kepala Yayasan Sartono Mardliyah, Ibu Nyai Hj. Faizah Yazid, M.Pd., yang sekaligus memberikan arahan terkait program kerja dan kebijakan pendidikan yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran mendatang.
Salah satu agenda utama Rakor kali ini adalah prosesi serah terima jabatan Kepala Madrasah Tsanawiyah Darul Irsyad. Jabatan tersebut sebelumnya diemban oleh Ustadz H. Ahmad Mun’im, MH., yang telah menuntaskan masa tugasnya dengan dedikasi tinggi. Estafet kepemimpinan resmi diserahkan kepada Ustadzah Indah Fitria, M.Pd., yang akan melanjutkan upaya penguatan mutu akademik, pengelolaan administrasi madrasah, serta pengembangan karakter peserta didik.

Selain itu, Rakor juga digunakan sebagai momentum penyampaian beberapa kebijakan penting, di antaranya pengumuman jadwal pelajaran terbaru, pemetaan program kerja per bidang, serta penetapan daftar wali kelas yang akan bertugas pada semester mendatang.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Darul Irsyad, Abah Dr. KH. Qosim Arsyadani Shomad, MA., memberikan pesan mendalam mengenai peran seorang pendidik. Beliau menegaskan bahwa para guru dan tenaga kependidikan sejatinya merupakan perpanjangan tangan dari Rasulullah SAW dalam membina umat. Oleh sebab itu, setiap pendidik dituntut untuk senantiasa menjaga integritas, komitmen, serta meningkatkan kompetensi pribadi demi terwujudnya pembelajaran yang berkualitas dan bernilai ibadah.
“Menjadi seorang guru bukan hanya sekadar profesi, tetapi bagian dari amanah yang luhur. Kita semua berkewajiban memantaskan diri dan menjadi yang terbaik pada posisi dan bidang yang diamanahkan. Komitmen ini telah Allah abadikan dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-A’raf ayat 172,” ujar Abah Kyai Qosim, sebelum membacakan potongan ayat tersebut yang mengingatkan manusia akan perjanjian primordial di hadapan Allah SWT.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam mengemban tanggung jawab pendidikan di pesantren, agar seluruh proses belajar-mengajar mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah, cerdas, dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Nyai Hj. Faizah Yazid, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan pentingnya kreativitas dan inovasi sebagai ruh penggerak pembelajaran. Beliau menggarisbawahi bahwa paradigma pendidikan telah bergeser, di mana proses pengajaran bukan lagi sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses membangkitkan motivasi dan kasih sayang dalam diri peserta didik.
“Kurikulum Cinta yang saat ini digagas pemerintah merupakan salah satu implementasi nyata agar guru mampu mengajar dengan cinta, sepenuh hati, dan penuh keikhlasan. Karena hanya dengan cinta, ilmu dapat diterima dengan lapang, dan karakter anak dapat terbentuk secara utuh,” ungkap beliau.
Beliau juga mendorong seluruh tenaga pendidik agar terus melakukan pembaruan metode pembelajaran, memaksimalkan teknologi secara bijak, serta mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung potensi akademik maupun nonakademik santri.

Dengan terselenggaranya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh civitas akademika Pesantren Darul Irsyad semakin memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, serta berlandaskan pada nilai-nilai agama dan budaya pesantren. Proses estafet kepemimpinan pun menjadi tonggak baru dalam upaya membangun madrasah yang semakin profesional, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Reporter: (UR)

